Teknogav.com – Kepopuleran FaceApp mengundang penjahat siber mengeksploitasi hype aplikasi tersebut, termasuk menyebarkan berita tentang versi fiktif bahaya FaceApp. Peneliti ESET mengungkap skema penipuan yang menunggangi kepopuleran FaceApp menggunakan versi “Pro” untuk menarik pengguna. Beberapa media lokal pun menggunakan “FaceApp Pro” sebagai kata kunci, padahal aplikasi tersebut merupakan versi palsu.
FaceApp merupakan aplikasi yang merekayasa foto sehingga wajah seseorang jadi lebih tua. Sementara versi palsu FaceApp akan memancing pengguna untuk menginstal malware. Hasil pencarian Google dengan kata kunci “FaceApp Pro” mencapai lebih dari 69 juta artikel. Berdasarkan penelitian ESET, versi palsu “Pro”dari FaceApp menggunakan dua cara untuk menghasilkan uang. Pertama adalah dengan situs palsu “FaceApp Premium” dan kedua adalah dengan video YouTube untuk “FaceApp Pro”.
Situs palsu “FaceApp Premium”
![]() |
Tampilan Situs Palsu FaceApp Premium |
![]() |
Contoh Tampilan Iklan Pada Situs Palsu FaceApp Premium |
Video YouTube untuk “FaceApp Pro”
Berikut ini adalah statistik tautan yang mengarah ke aplikasi “FaceApp Pro” dengan paket instalasi yang dirujuk dari video YouTube. Per tanggal 19 Juli 2019, sekitar 10.737 orang Indonesia kemungkinan menjadi korban dari FaceApp palsu. Jumlah tersebut masih bisa terus bertambah karena jumlah view pada video YouTube tersebut pun terus bertambah. Jika sebelumnya hanya 96.100 klik, maka jumlah klik meningkat enjadi 220.267. Ketika korban mengklik untuk menginstal, maka apa pun bisa masuk pada perangkatnya, malware perbankan, ransomware, pencuri data, dan lain-lain.
![]() |
Statistik View FaceApp Pro |
Demi mencegah bahaya malware, ESET menyarankan untuk menghindari pengunduhan aplikasi dari sumber selain toko aplikasi resmi. Jika mengunduh dari toko aplikasi resmi pun, selalu periksa informasi mengenai developer, peringkat, ulasan dan sebagainya. Apalagi di ekosistem Android seringnya ada versi palsu setiap aplikasi atau game populer. ESET telah mendeteksi aplikasi palsu tersebut sebagai Android. Fakeapp.189, sehingga pengguna ESET aman dari aplikasi tersebut.
“Dunia maya memiliki dua sisi yang berlawanan, sesuatu yang dianggap menyenangkan ternyata bisa membahayakan. Berdasarkan pengalaman, Hype pasti menarik scammer, makin besar sensasinya maka makin tinggi risiko korban penipuan jatuh. Pastikan selalu ingat prinsip-prinsip dasar keamanan, yaitu mengunduh aplikasi dari tempat resmi,” ucap Yudhi Kukuh, IT Security Consultant PT. Prosperita, ESET Indonesia.