
Teknogav.com, Jakarta - Pertumbuhan industri Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) global yang dinamis meningkatkan kebutuhan angkatan kerja berkecakapan tinggi yang mendukung produktivitas industri. Demi memenuhi kebutuhan tersebut Huawei bersinergi dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia (Kemendikbud) menyelenggarakan program pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang TIK. Pelatihan terutama diperuntukkan bagi pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia.
Kolaborasi di bidang vokasional antara Huawei dengan Kemendikbud ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman. Penandatanganan dilakukan oleh Andy Ma Hui, CEO Huawei CNBG Indonesia dan Didik Suhardi PhD., Sekretaris Jenderal Kemendikbud. Turut menyaksikan penandatangan tersebut adalah Ir. Prakoso, MM. dari Kementrian Ristek Dikti Republik Indonesia dan Rosarita Niken Widiastuti dari Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.
Sinergi antara Huawei dan Kemendikbud selaras dengan komitmen Pemerintah Indonesia dalam inisiatif strategis nasional ‘Making Indonesia 4.0’. Inisiatif tersebut membutuhkan talenta-talenta yang cakap dan kompetensi TIK yang tepat. Kompetensi tersebut mencakup kemampuan mengantisipasi era baru yang makin kompleks, serba terhubung, penuh dinamika dan inovatif.
![]() |
Ken Qijian, Vice President Public Affair and Communication Huawei Indonesia |
Selain dengan Kemendikbud, Huawei juga bekerja sama dengan para mitra bisnis Huawei di Indonesia untuk meyalurkan siswa-siswi peserta program pelatihan. Sampai saat ini lebih dari 700 pelajar SMK berpartisipasi mengikuti program pelatihan yang fokus pada teknologi Microwave dan Wireless. Penyelenggaraan beberapa program mencakup di BBPLK Bekasi, SMK LP Ma’arif Jakarta, SMK Telkom Bandung dan SMKN 7 Jakarta.
“Data laporan BPS 2018 menunjukkan tingkat pengangguran terbuka dari kalangan lulusan SMK masih menempati peringkat teratas, sebesar 8,64%. Kami berharap program pelatihan vokasional ini dapat menjadi solusi yang efektif dalam menigkatkan peluang kerja dan daya saing lulusan SMK di Industri TIK di Indonesia,” lanjut Ken.
![]() |
Andy Ma Hui, CEO Huawei CNBG Indonesia dan dan Didik Suhardi PhD., Sekretaris Jenderal Kemendikbud. Turut menyaksikan penandatangan tersebut |
Huawei juga telah menjalin kerja sama dengan beberapa lembaga pemerintahan, salah satunya dalah Kementrian Tenaga Kerja. Penjajagan untuk menjalin kolaborasi dengan beberapa lembaga atau institusi lainnya pun sedang dilakukan. Kolaborasi tersebut ditujukan untuk mempercepat kehadiran para talenta lokal di industri TIK melalui alih pengetahuan. Targetnya jumlah peserta pelatihan vokasional Huawei mencapai 2.000 pelajar SMK dan SMA di pelosok tanah air.