Teknogav.com - TikTok makin giat mendukung para kreator konten untuk berkarya membuat kampanye positif melalui video pendek yang unik. Ada begitu banyak contoh kampanye yang telah digelar di TikTok, termasuk edukasi keterampilan, melawan diskriminasi, melindungi laut, menginspirasi tindakan untuk perubahan iklim dan lain-lain. Pada akhir pekan lalu, TikTok juga menggelar program “Sama-sama di TikTok”. Program ini digelar selama tiga hari, yaitu mulai 28 Februari sampai 1 Maret 2020.
Pada hari kedua, 29 Februari 2020, TikTok menyelenggarakan talkshow dengan narasumber Dien Limano, Yoris Sebastian dan Wulan Guritno. Topik yang diangkat pada talkshow tersebut adalah ‘Video Pendek untuk Menyebarkan Pesan Positif’.
“Tiktok berkonitmen agar pengguna selalu aman dan nyaman dengan.fitur yang membuat orang bisa mengatur privasi dan komentar. Selain itu pesan langsung atau Direct Message pun tak bisa dilakukan dalam bentuk gambar, untuk menghindari perilaku tak senonoh. TikTok juga memberikan panduan komunitas untuk menggaris bawahi konten dalam aplikasi. Ajakan untuk menggunakan TikTok dan internet secara aman pun dilakukan dengan berkunjung ke universitas-universitas. TikTok selalu memikirkan yang terbaik bagi para penggunanya,” ucap Donny Eryastha, Head of Public Policy Indonesia, Malaysia dan Filipina.
![]() |
Donny Eryastha, Yoris Sebastian, Wulan Guritno dan Dien Limano |
“Dahulu orang berpikir sehat itu mahal, padahal murah dan bisa dimulai di rumah. Saya memilih TikTok karena fitur-fiturnya gampang digunakan dan banyaknya pilihan lagu, mulai dari tahun 1980an sampai sekarang. Pembuatan video begitu gampang, tak perlu editing lagi dan ada stiker untuk ditambahkan,” ucap Dien.
Dien pun membangun komunitas untuk melawan obesitas yang sudah memiliki anggota lebih dari 15 ribu dalam waktu 4 bulan. Kemudahan yang ditawarkan TikTok memudahkan untuk membuat video, bahkan istri Dien yang dianggap gaptek pun sudah menjadi konten kreator juga.
![]() |
Suasana acara Sama-sama di TikTok akhir pekan lalu di Kota Kasablanka |
Yoris juga pernah menjadi konsultan majalah legendaris di Indonesia yang kemudian membuat konten menjadi lebih pendek. Menurutnya panjang pendek tulisan tidak menentukan kedalaman, biar pun pendek tetap suatu tulisan bisa dalam. Hal serupa juga berlaku dengan konten 60 detik yang bisa menghasilkan konten bermanfaat.
“Tren ke depan, TikTok bisa menjadi PR bagi semua brand karena penggunanya cepat bisa dan terus mencari hal yang baru. Dahulu brand jika sudah sukses bisa santai, tetapi ternyata sekarang segala sesuatu update terus. Jika suatu platform bermanfaat, maka engagement yang dihasilkan pun panjang contohnya adalah nasionalisme dan toleransi akan terus mendominasi. Banyak anak muda dari berbagai generasi yang membuat konten-konten keren dan bermanfaat dalam waktu singkat sehingga bisa memberikan impact bermanfaat. Jadi walau tidak terkenal, selama masih punya konten yang bagus dan topik yang menarik, mka viewer bisa banyak,” ucap Yoris.
Menurut Yoris, TikTok merupakan salah satu channel yang harus digunakan brand untuk berpromosi dan melakukan sosialisasi. Beberapa brand yang sudah menggunakan layanan ini mencakup segmen FMCG, layanan keuangan, dan produk telekomunikasi. Pesatnya pengguna TikTok di Indonesia membuat brand bisa dengan mudah mendapat banyak eksposur melalui aplikasi ini. Apalagi rata-rata pengguna di Indonesia menonton video lebih dari 100 per hari atau sekitar 39 menit per hari.
Awal menggunakan suatu aplikasi atau layanan baru tentu saja perlu untuk mempelajari konten yang menjadi tren di aplikasi tersebut. Yoris sendiri mengaku tidak jago dance, jadi mengisi TikTok dengan berbagi tips.
![]() |
Suasana acara Sama-sama di TikTok akhir pekan lalu di Kota Kasablanka |
Donny menjelaskan bahwa konsep ‘Sama-sama belajar’ TikTok pernah mengangkat soal perundungan, dan nantinya akan banyak kampanye yang lain. Tuktok menyediakan panduan komunitas untuk menginformasikan apa yang boleh dan tidak boleh. Pengamanan pada aplikasi TikTok terdiri dari dua lapis, yaitu teknologi dan human reviewer yang bekerja 24 jam. Batasan usia untuk menggunakan TikTok minimal 14 tahun, jika ketahuan ada pengguna di bawah 14 tahun, bisa langsung dilaporkan.
Sayangnya ketika Tim Teknogav.com bertanya lebih lanjut mengenai berapa lama respon TikTok untuk menutup akun pengguna yang sudah dilaporkan, Donny mengelak untuk menjawab dengan mengulang pernyataan soal dua lapis kemanan tersebut.
![]() |
Wulan Guritno dan Dien Limano |