
![]() |
sumber KnowTechie |
Survei Adjust Mengenai Penggunaan Bot
Suatu perusahaan B2B SaaS global, Adjust mengungkap hasil survei bahwa 41% gamer seluler pernah membeli bot untuk menang. Biaya rata-rata yang dikeluarkan gamer untuk membeli bot adalah USD65 atau sekitar Rp1 jutaan. Hasil survei juga membahas profil para gamer di Amerika Serikat dan dampak bot pada komunitas game dan perekonomian.![]() |
Hasil survei Adjust |
Survei Adjust juga mengungkap bahwa 72% responden pengguna bot adalah pria dan 28% wanita. Sementara itu e-Marketer mengungkap bahwa di Amerika Serikat, mayoritas gamer adalah wanita. Komposisi responden pengguna bot berdasarkan survei Adjust adalah 48% pria dan 30% wanita.
Ketika ditanyakan mengenai dampak bot, 63% mengaku bahwa bot berpengaruh negatif pada game, komunitas dan pereknomian. Sekitar 74% dari responden tersebut berasal dari genrasi Y dan 61% dari mereka bermain game setiap hari. Persentase yang tidak setuju dengan penggunaan bot pun cukup lumayan, 39% responden merasa bot merusak game. Ada juga yang mengatakan bahwa penggunaan bot merupakan kecurangan, yaitu sebanyak 37% responden.
Kendati demikian tak sedikit pula yang menggunakan bot, yaitu 27% reseponden merasa berhak menggunakan bot. Dan 28% responden merasa akan memakai bot jika pemain lain juga melakukan hal yang sama.
Yaron Oliker, CEO dan co-founder Unbotify mengungkapkan bahwa bot berdampak negatif pada pengalaman sosial dan merusak model bisnis game. Hal ini dikarenakan membuat persaingan tidak adil dan justru akan menghilangkan pemain yang berharga. Unbotify adalah startup keamanan siber yang mendapat penghargaan dan diakuisisi Adjust pada tahun 2019.
“Bot akan mengurangi pendapatan dan dapat merusak reputasi. Gamer yang membeli bot tidak akan melakukan pembelian dalam game, sehingga mengurangi pendapatan aplikasi,” ucap Oliker.
Solusi yang disediakan Unbotify sudah disesuaikan dan memanfaatkan data sensor pengguna secara langsung dari smartphone. Model pembelajaran mesin dibangun berdasarkan perilaku pengguna asli menggunakan aplikasi saat bermain, sehingga bisa membedakan manusia dan bot. Solusi ini juga bisa mendeteksi ketika game dibajak penipu.
Pemgembang dan penyedia game seluler di Indonesia, Indofun Games selalu berusaha lebih maju dari bot. Game-game hasil garapan mereka mencakup Audistar Mobile dan Kaisar Langit – Rich and Famous.
“Bot adalah tools berbahaya yang digunakan jutaan gamer dari seluruh dunia untuk bermain curang agar dapat menang dan mendapatkan untung. Makin menarik game, pemain makin ingin memakai bot. Kita perlu memastikan perilaku tersebut tak merusak sistem ekonomi,” ucap Jeason Wu, VP Game Publishing di Indofun Games.