
Baca juga: Terima Pendanaan Seri-C, Xendit Berencana Ekspansi ke Negara-negara Asia Tenggara
Kementerian Keuangan Republik Indonesia menekankan pentingnya kerangka ekonomi digital mengingat besarnya potensi ekonomi digital di Indonesia. Penelitian Google, Temasek dan Bain & Bain Company memperkirakan nilai ekonomi digital Indonesia dapat mencapai USD146 miliar pada tahun 2025. Nilai tersebut merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara. Laporan penelitian Accenture menunjukkan pendapatan industri jasa keuangan berpotensi meningkat dengan menerapkan open finance. Pendapatan industri jasa keuangan tersebut dapat mencapai USD416 miliar secara global dengan menerapkan open finance melalui penggunaan API.
Sebagai regulator, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah merilis cetak biru Sistem Pembayaran Terintegrasi 2025 untuk mendukung peran Open Finance tersebut. Selain itu, OJK juga mengembangkan pedoman progresif di ruang fintech. Bank Indonesia (BI) pun sudah merilis spesifikasi Open API yang mencakup data, teknis, keamanan dan standar tata kelola. Upaya ini dilakukan untuk memperlancar kerangka kerja berbagi data.
![]() |
Jakob Rost, Founder dan CEO Ayoconnect |
Pada kata sambutannya, Jakob Rost, Founder dan CEO Ayoconnect menyambut dukungan pemerintah tersebut dengan antusias. Menurutnya peluang untuk saling bersinergi antar industri makin memungkinkan Regulasi keamanan data dan transaksi yang memadai. Harapannya, proses adopsi Open Finance di Indonesia dapat lebih cepat demi mendukung percepatan ekonomi nasional.
Baca juga: ShopeePay Gandeng Xendit untuk Jangkau Lebih Banyak Merchant
Para pelaku industri jasa keuangan dapat berkolaborasi untuk mempercepat inklusi keuangan dan menumbuhkan ekonomi digital dengan memanfaatkan teknologi Open Finance. Maka dari itu, penting untuk memahami definisi, penerapan dan manfaat dari adopsi teknologi Open Finance. Diskusi panel pada peresmian kantor baru Ayoconnect membahas mengenai peran Open Finance dalam mempercepat ekonomi digital. Selain itu dibahas juga mengenai berbagai peluang di masa datang. Berikut ini adalah para pembicara diskusi panel tersebut:
- Chiragh Kirpalani, Co-Founder dan COO Ayoconnect
- BD Budi Prasetyo, Vice President Digital Banking PT Bank Mandiri (Persero)
- Danang Wedhasmara, Department Head E-Banking Retail Payment Division PT BRI (Persero)
![]() |
dari kiri ke kanan: BD Budi Prasetyo, Vice President Digital Banking PT Bank Mandiri (Persero); Danang Wedhasmara, Department Head E-Banking Retail Payment Division PT BRI (Persero) dan Chiragh Kirpalani, Co-Founder dan COO Ayoconnect |
“Kami akan terus menggandeng lebih banyak institusi untuk bergabung dalam jaringan API Ayoconnect dan berkontribusi dalam kemajuan ekonomi nasional. Pengenalan dan edukasi mengenai Open Finance juga akan kami inisiasi bagi masyarakat luas. Upaya ini demi mempercepat adopsi teknologi Open Finance di ekosistem industri keuangan Indonesia,” pungkas Jakob.