Jarang Verifikasi Identitas Orang-orang yang Berinteraksi Online Tingkatkan Risiko Siber Jarang Verifikasi Identitas Orang-orang yang Berinteraksi Online Tingkatkan Risiko Siber ~ Teknogav.com

Jarang Verifikasi Identitas Orang-orang yang Berinteraksi Online Tingkatkan Risiko Siber


Teknogav.com - Generasi milenial merupakan penduduk asli digital yang tumbuh seiring maraknya media sosial dan komunikasi digital. Kendati demikian, penelitian terkini Kaspersky mengungkapkan bahwa 70% generasi milenial jarang melakukan verifikasi keabsahan orang-orang yang berinteraksi secara online. Kondisi ini menjadikan mereka rentan terhadap risiko siber seperti penipuan identitas, misinformasi dan penipuan emosional. Para pakar Kaspersky pun memberikan saran untuk membangun perilaku online yang lebih aman.

Kerentanan generasi milenial yang merupakan penduduk asli digital dipicu oleh salahnya menaruh kepercayaan dalam interaksi online. Kendati sejumlah 64% pernah menghadapi seseorang yang salah menggambarkan identitas, hampir setengahnya masih memercayai informasi yang dibagikan dalam komunitas digital. Kontradiksi ini menekankan kesenjanganantara keahlian digital yang dipersepsikan dan kesadaran keamanan siber yang sebenarnya. 

Baca juga: Lanskap Keamanan Siber Konsumen Tahun 2025 Dibentuk AI dan Privasi

"Ketika kita memercayai kecerdasan digital kita sendiri secara implisit, kita mungkin mengabaikan kemungkinan bahwa orang lain tidak sejujur ​​yang terlihat. Dalam beberapa kasus, individu dengan sifat narsis, psikopat, atau Machiavellian yang kuat mengeksploitasi kepercayaan ini melalui penipuan dan taktik penipuan lainnya," ucap Ruth Guest, psikolog digital yang mengingatkan kepercayaan diri berlebihan bisa mengarah pada perilaku berisiko.

Keterampilan teknis, pemikiran kritis dan kewaspadaan merupakan hal-hal yang dibutuhkan untuk membangun pola keamanan siber yang kuat. Penting untuk memikirkan kembali kepercayaan digital yang artinya menerapkan tingkat skeptisisme layaknya kewaspadaan di dunia nyata. 

Validasi Sosial dan Risiko Privasi

Generasi milenial kerap memanfaatkan media sosial untuk berbagi kabar penting, bahkan lebih dulu ketimbang memberi tahu teman dekat atau keluarga. Hasil penelitian Kaspersky mengungkapkan bahwa hampir setengah generasi milenial mengunggah berita pribadi yang signifikan secara online. Tindakan ini bahkan dilakukan sebelum membahas langsung dengan siapa pun. Respon cepat dari like, komentar dan share dapat menciptakan rasa validasi, tetapi juga disertai risiko.

Kenyamanan berbagi informasi pribadi atau sensitif secara online diakui oleh 45% generasi milenial. Padahal perilaku ini dapat meningkatkan risiko penipuan phishing, pencurian identitas, dan doxing. Informasi yang tersedia secara umum dimanfaatkan penjahat siber untuk menyusun serangan yang ditargetkan. Jurus ini dilakukan dengan mengeksploitasi detail pribadi seperti check-in lokasi, pembaruan tempat kerja, dan status hubungan.

Berbagi Berlebihan Korbankan Privasi demi Koneksi

Penting untuk mempertimbangkan kembali segala yang dibagikan, memperkuat pengaturan privasi, dan waspada akan penggunaan jejak digital.

Baca juga: Tips Jalin Hubungan di Era Digital agar Tak Jadi Korban Eksploitasi

“Berbagi informasi pribadi secara berlebihan secara daring dapat membuat individu lebih rentan terhadap pencurian identitas, serangan phishing, dan penipuan rekayasa sosial. Detail pribadi yang dibagikan secara daring, seperti check-in lokasi, status hubungan, dan rutinitas harian, dapat dimanfaatkan untuk penipuan tertarget atau pemantauan tidak sah," ucap Marc Rivero, Peneliti Keamanan Utama di Kaspersky.

Pentingnya Keseimbangan dalam Komunitas Online

Peningkatan rasa kesepian di kalangan dewasa muda menjadikan persahabatan online penting dalam kehidupan sosial. Hasil studi Kaspersky mengungkapkan bahwa 29% generasi milenial merasa persahabatan digital berdampak positif pada kesehatan mental mereka. Rasa memiliki hadir di komunitas online yang juga dapat menghubungkan dengan orang lain yang berpikiran sama di seluruh dunia.

Sayangnya, tak semua interaksi online bersifat positif, 10% generasi milenial mendapat pengalaman buruk dari interaksi digital. Sejumlah14% bahkan mengakui membuat profil palsu atau menggunakan identitas palsu sendiri. Angka tersebut menekankan maraknya penipuan digital dan tantangan dalam membedakan antara hubungan yang asli dan yang dibuat-buat

“Ruang digital telah berevolusi menjadi tempat yang aman dan kreatif tempat generasi milenial dapat menjelajahi, belajar, dan terhubung dengan individu yang berpikiran sama. Jika digunakan dengan bijak dan dengan perlindungan yang tepat, media sosial dapat menjadi aset yang luar biasa bagi kesehatan mental seseorang. Media sosial menawarkan platform untuk mengekspresikan diri, rasa memiliki, dan bahkan inspirasi kreatif. Namun, penting untuk diingat bahwa manfaat komunitas online ini bergantung pada upaya menjaga keseimbangan,” ucap Ruth Guest.

Baca juga: Hati-hati, 23% Pengguna Internet Dikuntit secara Digital setelah Berkencan

Tips Memperkuat Pertahanan Digital

Generasi milenial harus bisa proaktif melindungi keberadaan di ranah siber dan menerapkan perilaku keamanan siber lebih kuat dengan orang-orang sekitar. Berikut ini langkah-langkah yang penting untuk diterapkan demi mengurangi paparan terhadap ancaman online dan menumbuhkan kebiasaan digital yang lebih aman:

  • Verifikasi identitas, sebelum berinteraksi dengan kontak baru, periksa ulang profil mereka
  • Periksa ulang informasi dengan melakukan verifikasi fakta dari berbagai sumber sebelum berbagi atau menindaklanjuti. Wawasan mengenai ancaman siber yang muncul dapat diperoleh dari Kaspersky Daily
  • Lindungi informasi pribadi dengan menyesuaikan pengaturan privasi media sosial dan perhatikan pembagian lokasi secara real-time demi menghindari risiko pelacakan. Tingkatkan keamanan dengan memanfaatkan pemeriksa privasi online Kaspersky.
  • Hargai privasi orang lain dengan meminta izin sebelum berbagi detail pribadi orang lain
  • Tetap teredukasi mengenai penipuan online, contohnya mengenali tanda-tanda phishing, profil palsu, dan penipuan rekayasa sosial.
  • Terapkan kata sandi dan alat keamanan yang kuat, jangan pakai kata sandi yang sama di berbagai platform. Pembuatan dan penyimpanan kata sandi unik dengan aman dapat dilakukan menggunakan Kaspersky Password Manager 
  • Selalu perbarui dan amankan perangkat, termasuk perbarui aplikasi, perangkat lunak dan program antivirus secara rutin untuk mencegah eksploitasi kerentanan. Perlindungan real-time terhadap pencurian identitas dapat dilakukan dengan menggunakan Kaspersky Premium.

Demikianlah beberapa tips dari Kaspersky agar senantiasa aman dari paparan ancaman siber dan membentuk perilaku keamanan digital yang sehat.

Share:

Related Posts:

Artikel Terkini